Tidak terasa SOS Indonesia sudah menginjak usia 1 tahun. Tepat tanggal 11 Agustus 2009 SOS Indonesia akan mengadakan perayaan yang pertama. Selamat...selamat...
Ternyata susah juga ya mendirikan komunitas, tetapi menyenangkan sekali. Pengalamannya, kesenangannya, kerja kerasnya, hasilnya, semuanya manis.
Buat awak-awak SOS Indonesia, tanggal 11 Agustus 2009 mari kita sama-sama berdoa supaya SOS Indonesia panjang umur dan sehat selalu, hahaha...
Oya, ada informasi buat awak-awak SOS Indonesia. Tanggal 20 Agustus 2009 akan diadakan perayaan ultah (bahasa awamnya: makan-makan ^^). Tempat: rumah Ika (jalan Panembahan). Jam makan malam. Datengnya...
Sekali lagi, Happy Birthday SOS Indonesia.....
Senin, 10 Agustus 2009
Pameran Stand di University Club (UC) UGM
Kemarin, tepatnya Minggu tanggal 9 Agustus 2009, SOS Indonesia kembali mendirikan stand low. Trims buat pihak Prambors dan Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) sudah mau menyediakan tempat buat SOS Indonesia untuk tetap eksis, hehehe...
Acaranya seru dan cukup kreatif, lomba pidato untuk memilih Duta Lingkungan Hidup tingkat SMP Se-DIY. Yang ikut anaknya pinter-pinter, pe-de semua, awak SOS Indonesia jadi kagum. Acara ini merupakan kampanye yang efektif untuk mengenalkan bahaya global warming ke anak-anak SMP, salut...salut...
SOS juga, sekali lagi mendapat pengelaman yang berharga. Untuk kedua kalinya membuka stand jadi gag giduh lagi. Persiapannya juga lebih nyante. SOS juga berterima kasih kepada pihak Sukunan karena sudah mau meminjamkan barang produksinya untuk display stand kami. Displaynya bagus-bagus, banyak yang beli ^^V. SOS Indonesia juga banyak mendapat teman. Selain stand SOS Indonesia, juga terdapat 4 stand lain, di antaranya: Komunitas Vote Komodo, Momong Bumi, Rumah Teman dan Sahabat Lingkungan WALHI. Semua teman kami, daya kraetif mereka semua menginspirasi kami. Semoga dengan adanya kegiatan kemarin semakin memompa semangatkami supaya dapat terus mengupayakan kelestarian ekosistem laut Indonesia.
Salam akrab, buat laut kami tercinta..........
Acaranya seru dan cukup kreatif, lomba pidato untuk memilih Duta Lingkungan Hidup tingkat SMP Se-DIY. Yang ikut anaknya pinter-pinter, pe-de semua, awak SOS Indonesia jadi kagum. Acara ini merupakan kampanye yang efektif untuk mengenalkan bahaya global warming ke anak-anak SMP, salut...salut...
SOS juga, sekali lagi mendapat pengelaman yang berharga. Untuk kedua kalinya membuka stand jadi gag giduh lagi. Persiapannya juga lebih nyante. SOS juga berterima kasih kepada pihak Sukunan karena sudah mau meminjamkan barang produksinya untuk display stand kami. Displaynya bagus-bagus, banyak yang beli ^^V. SOS Indonesia juga banyak mendapat teman. Selain stand SOS Indonesia, juga terdapat 4 stand lain, di antaranya: Komunitas Vote Komodo, Momong Bumi, Rumah Teman dan Sahabat Lingkungan WALHI. Semua teman kami, daya kraetif mereka semua menginspirasi kami. Semoga dengan adanya kegiatan kemarin semakin memompa semangatkami supaya dapat terus mengupayakan kelestarian ekosistem laut Indonesia.
Salam akrab, buat laut kami tercinta..........
Rabu, 25 Februari 2009
Acara Cleaning Beach Day
Save Our Sea Indonesia akan mengadakan program penyelamatan lingkungan, Beach Cleaning Day. Beach Cleaning Day merupakan kegiatan pembersihan pantai yang dari sampah yang dilakukan secara rutin 2(dua) minggu sekali.
Kali ini, Beach Cleaning Day akan diadakan pada 28 Pebruari 2009 di Pantai Parangtritis, pada pukul 14.00 WIB. Sebanyak 20 anggota Save Our Sea akan turut memeriahkan acara ini.
Acara ini berlaku untuk umum.
Bagi siapa saja yang peduli pada keadan pantai Parangtritis dapat ikut bergabung dengan mengontak alamat e-mail kami di saveourseaindonesia@yahoo.com.
Semoga dengan adanya program ini, akan menjadi bukti nyata bagaimana kita mencintai pantai kita
Salam akrab,
SaveOurSea Indonesia
Kali ini, Beach Cleaning Day akan diadakan pada 28 Pebruari 2009 di Pantai Parangtritis, pada pukul 14.00 WIB. Sebanyak 20 anggota Save Our Sea akan turut memeriahkan acara ini.
Acara ini berlaku untuk umum.
Bagi siapa saja yang peduli pada keadan pantai Parangtritis dapat ikut bergabung dengan mengontak alamat e-mail kami di saveourseaindonesia@yahoo.com.
Semoga dengan adanya program ini, akan menjadi bukti nyata bagaimana kita mencintai pantai kita
Salam akrab,
SaveOurSea Indonesia
Kamis, 12 Februari 2009
Pameran Stand JoGFest
Pada tanggal 14 Februari 2009 akan diadakan pameran stand di Gedung Mandala Bakti Wanitatama dalam acara Jogja green Festival (JoGFest). Stand yang hadir bermacam-macam, salah satunya adalah Save Our Sea Indonesia.
Banyak hal lho yang akan kami sharing-kan ke teman-teman, salah satunya OR, Educating tentang ekosistem pantai, nonton film, charity,dan masih banyak lagi. Stand akan kami buka dari pukul 06.30 hingga 21.00.
Selain pameran stand, akan adanya banyak acara lain yang sangat meriah yang di mulai dari pukul 06.30 hingga malamnya. Konvoi sepeda, lomba menggambar dan mewarnai anak-anak, hingga malam apresiasi seni akan turut berpartisipasi di dalam proyek pelestarian lingkungan. Penasaran 'kan? Makanya ikut acara acara ini, dan jangan lupa unutk menjelajahi setiap detialnya dari stand SOS Indonesia.
Mari hadir dan meriahkan pameran stand ini, serta ikut andil di dalam pelestarian lingkungan kita.
Salam akrab,
Unit eksternal SOS Indonesia
Banyak hal lho yang akan kami sharing-kan ke teman-teman, salah satunya OR, Educating tentang ekosistem pantai, nonton film, charity,dan masih banyak lagi. Stand akan kami buka dari pukul 06.30 hingga 21.00.
Selain pameran stand, akan adanya banyak acara lain yang sangat meriah yang di mulai dari pukul 06.30 hingga malamnya. Konvoi sepeda, lomba menggambar dan mewarnai anak-anak, hingga malam apresiasi seni akan turut berpartisipasi di dalam proyek pelestarian lingkungan. Penasaran 'kan? Makanya ikut acara acara ini, dan jangan lupa unutk menjelajahi setiap detialnya dari stand SOS Indonesia.
Mari hadir dan meriahkan pameran stand ini, serta ikut andil di dalam pelestarian lingkungan kita.
Salam akrab,
Unit eksternal SOS Indonesia
Kamis, 05 Februari 2009
Community Profile
Save Our Sea is one of the environmental sustainability organization focused on the coast and sea environmental protection. In August, 2008, Save Our Sea was founded by 5 young students who put a big concern toward the coast and sea sustainability. Located in Yogyakarta as their concern for Parangtritis Beach and other beaches in Yogyakarta, Save Our Sea works on A Beach Cleaning Day twice a months, every 2 weeks in Parangtritis Beach as their first priority. Save Our Sea now has 4 working units, Research and Developing Unit, External Unit, Community Development Unit, Information and Documentation Unit, excluded the Chief Executive, General Secretary and Treasurer.
Proposed Program Profile
As the aim, Save Our Sea brings a message that sea is not a trash can and would never be a trash can. Sea gave us so much, now it’s our time to pay it back to it. So not only the forest, the sea also needs the protection for their sustainability. Although it’s still young and has the spirit of young changemakers, Save Our Sea growth progressively.
Our programs related to 2 major concerns:
1. Coast and Sea Preservation
The first vision is coast and sea preservation, including the beach cleaning which has been done this several months regularly, called A Beach Cleaning Day. A Beach Cleaning Day is a day to clean up all rubbish along the seashore and was done by our community, seashore livinghood and the volunteers twice a month, every 2 weeks. We also ask tourists in Parangtritis Beach to be involved in this activity, since they also use the beach as a tourism object. This activity aimed to preserve the beach from the human destruction and giving the protection to the clean and health sea environment. The coast and sea preservation also include the beach reforestration by planting the mangroove. This activity aimed to protect the coast and sea environment from its extinction. Mangroove is important to maintain the coast and sea environmental sustainability. We acknowledge that working on mangroove preservation is not that easy. So, now we are looking for help to work on it so we can save our sea together.
2. Community Development
The community development is an assitance program from Save Our Sea toward the seashore community. The activity is about rubbish manufacture, including the 3 ways, reduce, reuse and recycling. This activity related to A Beach Cleaning Day. After collecting the rubbish, separating rubbish based on its kind, and do the recycling and reuse. For the reduce goal, Save Our Sea will assist the community to reduce the use of plastics. Seeing the fact that plactics can be recycled by the sea when it was taken away by the sea. So, not only cleaning but also manufacturing the rubbish. Seeing that the Mother-earth has given so much to us, treated her like a trash can and keep exploitated her is not a proper treatment. So let’s treat her as the way we treat ourselves.
Proposed Program Profile
As the aim, Save Our Sea brings a message that sea is not a trash can and would never be a trash can. Sea gave us so much, now it’s our time to pay it back to it. So not only the forest, the sea also needs the protection for their sustainability. Although it’s still young and has the spirit of young changemakers, Save Our Sea growth progressively.
Our programs related to 2 major concerns:
1. Coast and Sea Preservation
The first vision is coast and sea preservation, including the beach cleaning which has been done this several months regularly, called A Beach Cleaning Day. A Beach Cleaning Day is a day to clean up all rubbish along the seashore and was done by our community, seashore livinghood and the volunteers twice a month, every 2 weeks. We also ask tourists in Parangtritis Beach to be involved in this activity, since they also use the beach as a tourism object. This activity aimed to preserve the beach from the human destruction and giving the protection to the clean and health sea environment. The coast and sea preservation also include the beach reforestration by planting the mangroove. This activity aimed to protect the coast and sea environment from its extinction. Mangroove is important to maintain the coast and sea environmental sustainability. We acknowledge that working on mangroove preservation is not that easy. So, now we are looking for help to work on it so we can save our sea together.
2. Community Development
The community development is an assitance program from Save Our Sea toward the seashore community. The activity is about rubbish manufacture, including the 3 ways, reduce, reuse and recycling. This activity related to A Beach Cleaning Day. After collecting the rubbish, separating rubbish based on its kind, and do the recycling and reuse. For the reduce goal, Save Our Sea will assist the community to reduce the use of plastics. Seeing the fact that plactics can be recycled by the sea when it was taken away by the sea. So, not only cleaning but also manufacturing the rubbish. Seeing that the Mother-earth has given so much to us, treated her like a trash can and keep exploitated her is not a proper treatment. So let’s treat her as the way we treat ourselves.
Filosofi dan Sejarah Save Our Sea
Save Our Sea Community
Sebuah kisah tidak pernah berawal dari suatu ketiadaan. Akan ada sesuatu yang membangun kisah itu. Demikianlah awal mula dari terbentuknya Save Our Sea. Berawal dari semakin renggangnya hubungan antara manusia dengan lingkungan pesisir pantai, serta semakin menipisnya kepekaan manusia akan kondisi pesisir pantai yang semakin kritis, membuat komunitas ini akhirnya memulai untuk bermimpi, mimpi supaya pesisir pantai kita menjadi tersenyum kembali.
Save Our Sea merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang dimaksud adalah pesisir pantai di kawasan Pantai Selatan, seperti Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.
Berawal dari kesenangan mengunjungi pantai tua kami setiap bulannya, semakin lama kami semakin memperhatikan bahwa pantai kami tidak sebersih dulu. Dulu pantai kami hanya putih, itu saja. Tetapi, semakin mendekati usia senjanya, pantai kami semakin meriah. Kemeriahan itu bukanlah suatu penghargaan bagi pantai tua kami, tetapi lebih kepada penghinaan akan dia. Kemeriahan itu diisi dengan sampah plastik, botol bekas, bahkan (maaf) popok bayi. Kadangkala sampah itu berasal dari limbah rumah tangga yang terbawa oleh aliran sungai yang menuju pantai. Sehingga pantai kami yang seharusnya hanya putih itu, menjadi lebih ‘ceria’. ‘Keceriaan’ yang muram. Bahkan ombak pun ikut merasakan duka dari pantai kami. Mereka seakan mengerti, sehingga berusaha membawa sampah-sampah itu ke dalam palung-palung mereka. Tetapi usaha mereka tentu saja tidak cukup, sehingga kami pun berusaha ikut membantu mereka. Sehingga dimulailah kebiasaan kami, yang setiap bulannya pergi ke pantai tua kami dan mengumpulkan sampah-sampah itu untuk membersihkan pantai tua kami. Kami yang hanya berlima merasa bahwa itu saja tidak cukup. Perlu adaya pergerakan yang lebih progresif mengingat pentingnya ekosistem pantai tua kami, sehingga kami mulai mengajak masyarakat di sana untuk turut ikut merawat pantai tua itu.
Pada bulan Agustus tahun 2008, kami pun mulai memikirkan suatu cara untuk membangun mimpi kami supaya lebih kokoh. Maka lahirlah Save Our Sea, komunitas lingkungan kami. Saat ini, kami sudah menjalankan beberapa program untuk merawat pantai tua kami. Seperti pembersihan pantai secara terus-menerus dan berkelanjutan, serta penyuluhan kepada masyarakat dengan pembagian stiker. Pada akhirnya nanti, kami juga akan berupaya untuk mereduksi pengguna plastik dan mengganti dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan. Nama Save Our Sea pun kami pilih karena beberapa alasan, pertama, Save Our Sea (SOS) merupakan suatu simbol tentang meminta pertolongan dengan sangat segera, mengingat kritisnya keadaan korban yang tidak dapat ditolerir. Kami ingin mengindikasikan bahwa pantai tua itu memang benar-benar meminta tolong dengan segera, secepatnnya tanpa menunda lagi. Kedua, Save Our Sea memiliki pesan yang jelas, yang dapat dengan mudah dipahami oleh setiap masyarakat tentang penyelamatan pantai kami. Bagaimanapun juga, laut memiliki kesetiakawanan yang tinggi terhadap pantai tua kami, sehingga laut pun akan ikut merasakan dampak yang negatif dari adanya sampah di pantai tua itu. Sampah yang berada di pantai akan terbawa oleh ombak yang ‘mampir’ mengunjungi pantai tua kami. Sampah itu kemudian akan mengotori laut dan memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi ekosistem laut. Ketiga, Save Our Sea merupakan suatu upaya persuasif kami kepada masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dan kewibawan pantai tua kami, sehingga sebutan dari pantai tua kami di mana hanya kami yang merasa memiliki pantai tua itu menjadi pantai tua kita.
Kami ingin mimpi kami ini nyata, tidak hanya pada waktu malam, tetapi juga pada waktu kita sama-sama terjaga. Mari kita ke pantai tua kita itu, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Kita buka telinga dan mencoba mendengar, apa yang akan diperdengarkan kepada kita. Kami harap itu bukan tangis.....dari pantai tua itu.
Jaga kebersihan pantai tua kita selalu....!!!
Salam akrab selalu
Save Our Sea Community
Sebuah kisah tidak pernah berawal dari suatu ketiadaan. Akan ada sesuatu yang membangun kisah itu. Demikianlah awal mula dari terbentuknya Save Our Sea. Berawal dari semakin renggangnya hubungan antara manusia dengan lingkungan pesisir pantai, serta semakin menipisnya kepekaan manusia akan kondisi pesisir pantai yang semakin kritis, membuat komunitas ini akhirnya memulai untuk bermimpi, mimpi supaya pesisir pantai kita menjadi tersenyum kembali.
Save Our Sea merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang dimaksud adalah pesisir pantai di kawasan Pantai Selatan, seperti Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.
Berawal dari kesenangan mengunjungi pantai tua kami setiap bulannya, semakin lama kami semakin memperhatikan bahwa pantai kami tidak sebersih dulu. Dulu pantai kami hanya putih, itu saja. Tetapi, semakin mendekati usia senjanya, pantai kami semakin meriah. Kemeriahan itu bukanlah suatu penghargaan bagi pantai tua kami, tetapi lebih kepada penghinaan akan dia. Kemeriahan itu diisi dengan sampah plastik, botol bekas, bahkan (maaf) popok bayi. Kadangkala sampah itu berasal dari limbah rumah tangga yang terbawa oleh aliran sungai yang menuju pantai. Sehingga pantai kami yang seharusnya hanya putih itu, menjadi lebih ‘ceria’. ‘Keceriaan’ yang muram. Bahkan ombak pun ikut merasakan duka dari pantai kami. Mereka seakan mengerti, sehingga berusaha membawa sampah-sampah itu ke dalam palung-palung mereka. Tetapi usaha mereka tentu saja tidak cukup, sehingga kami pun berusaha ikut membantu mereka. Sehingga dimulailah kebiasaan kami, yang setiap bulannya pergi ke pantai tua kami dan mengumpulkan sampah-sampah itu untuk membersihkan pantai tua kami. Kami yang hanya berlima merasa bahwa itu saja tidak cukup. Perlu adaya pergerakan yang lebih progresif mengingat pentingnya ekosistem pantai tua kami, sehingga kami mulai mengajak masyarakat di sana untuk turut ikut merawat pantai tua itu.
Pada bulan Agustus tahun 2008, kami pun mulai memikirkan suatu cara untuk membangun mimpi kami supaya lebih kokoh. Maka lahirlah Save Our Sea, komunitas lingkungan kami. Saat ini, kami sudah menjalankan beberapa program untuk merawat pantai tua kami. Seperti pembersihan pantai secara terus-menerus dan berkelanjutan, serta penyuluhan kepada masyarakat dengan pembagian stiker. Pada akhirnya nanti, kami juga akan berupaya untuk mereduksi pengguna plastik dan mengganti dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan. Nama Save Our Sea pun kami pilih karena beberapa alasan, pertama, Save Our Sea (SOS) merupakan suatu simbol tentang meminta pertolongan dengan sangat segera, mengingat kritisnya keadaan korban yang tidak dapat ditolerir. Kami ingin mengindikasikan bahwa pantai tua itu memang benar-benar meminta tolong dengan segera, secepatnnya tanpa menunda lagi. Kedua, Save Our Sea memiliki pesan yang jelas, yang dapat dengan mudah dipahami oleh setiap masyarakat tentang penyelamatan pantai kami. Bagaimanapun juga, laut memiliki kesetiakawanan yang tinggi terhadap pantai tua kami, sehingga laut pun akan ikut merasakan dampak yang negatif dari adanya sampah di pantai tua itu. Sampah yang berada di pantai akan terbawa oleh ombak yang ‘mampir’ mengunjungi pantai tua kami. Sampah itu kemudian akan mengotori laut dan memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi ekosistem laut. Ketiga, Save Our Sea merupakan suatu upaya persuasif kami kepada masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dan kewibawan pantai tua kami, sehingga sebutan dari pantai tua kami di mana hanya kami yang merasa memiliki pantai tua itu menjadi pantai tua kita.
Kami ingin mimpi kami ini nyata, tidak hanya pada waktu malam, tetapi juga pada waktu kita sama-sama terjaga. Mari kita ke pantai tua kita itu, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Kita buka telinga dan mencoba mendengar, apa yang akan diperdengarkan kepada kita. Kami harap itu bukan tangis.....dari pantai tua itu.
Jaga kebersihan pantai tua kita selalu....!!!
Salam akrab selalu
Save Our Sea Community
Langganan:
Postingan (Atom)
